JAKARTATERKINI.ID - Ribuan orang telah mengunjungi festival kuliner legendaris yang diselenggarakan di Pendapi Gede Balai Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah.
Ketua penyelenggara acara, Daryono, mengatakan bahwa pada acara pertama ini, para pengunjung terlihat sangat antusias.
Baca juga : Dampak Positif Pameran Flona 2024 Terhadap Pariwisata Kepulauan Seribu
"Kami berdedikasi untuk menyentuh kuliner tradisional yang hampir punah dengan kreativitas dan inovasi agar dapat dioptimalkan," katanya.
Ia memberikan contoh seperti serabi Solo yang selama ini dikenal hanya sebagai kudapan; harapannya adalah untuk mengembangkannya menjadi hidangan pembuka di masa mendatang.
"Sebagai contoh, dikombinasikan dengan es krim. Selain itu, juga dapat menjadi hidangan utama atau pencuci mulut. Demikian juga dengan Selat Solo, perlu sentuhan inovatif," katanya.
Baca juga : Tren Wisata Milenial dan Gen Z: Destinasi Tersembunyi dan Wisata Berkelanjutan Semakin Populer
Ia berharap makanan-makanan tradisional tersebut dapat menjadi ciri khas untuk menjamu tamu-tamu kenegaraan di masa depan, mengingat bahan baku yang digunakan tersedia di dalam negeri dan para pembuatnya merupakan orang-orang lokal.
"Selain itu, makanan ini juga terjangkau dan aman, tanpa pengawet. Harapannya, makanan-makanan ini dapat tersedia dalam porsi dan harga yang proporsional, serta dapat disandingkan dengan hidangan yang sudah dikenal," katanya.
Bagikan