JT - Mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Rais Yatim, menekankan pentingnya peran ASEAN sebagai badan regional di Asia Tenggara untuk lebih vokal dan proaktif dalam menentukan nasib Palestina di tahun-tahun mendatang.
“ASEAN harus lebih bersuara dan mengambil langkah konkret. Saat ini, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan,” kata Rais usai memberikan keterangan pers di sela-sela Kolokium “Koalisi LSM Malaysia: Bebaskan Palestina” di Putrajaya, Senin.
Baca juga : Dituduh Terlibat Makar, Presiden Korsel Klaim Tak Paham Alasan Dibalik Tuduhan
Menurut Rais, jika ada gencatan senjata oleh Israel, hal tersebut seharusnya merupakan hasil desakan dari ASEAN. “Itu tidak pernah dilakukan. Tapi saya harap ke depan akan dilakukan,” tambahnya.
Selain itu, Rais menekankan bahwa ASEAN juga perlu mencari cara untuk membantu rehabilitasi Palestina. Sekretariat ASEAN di Jakarta, menurut Rais, dapat membuat pernyataan setelah mendapatkan masukan dari anggota-anggotanya atau menyelenggarakan sesi khusus untuk membahas dan menyuarakan isu Palestina.
Rais menegaskan bahwa meskipun masing-masing negara anggota memiliki sikap yang berbeda, isu Palestina tetap harus dikemukakan dalam forum menteri luar negeri atau pemimpin pemerintahan.
Baca juga : Pesawat di Korea Selatan Alami 13 Kebakaran Akibat Baterai Sejak 2020
ASEAN, yang beranggotakan Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam, diharapkan dapat memainkan peran yang lebih aktif dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di kancah internasional. * * *
Bagikan